Cara - cara Pengolahan Air



Pengolahan air minum

Air mineral atau air putih dalam tubuh diantaranya berfungsi menjaga kesegaran, membantu pencernaan dan mengeluarkan racun. Namun, tahukah Anda, ternyata banyak manfaat yang direguk dari air putih, selain nikmatnya kesegaran. Banyak orang yang tidak mengetahui khasiat air putih selain untuk menghilangkan dahaga saja. Air putih juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara yang mudah dan murah. Adapun manfaat air putih yaitu memperlancar sistem pencernaan, membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, perawatan kecantikan, untuk kesuburan, menyehatkan jantung, sebagai obat stroke, efek relaksasi, menguruskan badan, tubuh lebih bugar, dan penyeimbang tubuh. pengolahan air yang berkembang sangat cepat, telah mengubah paradigma hidup masyarakat di era moderen. Penggunaan air minum tanpa dimasak, bukan merupakan hal baru lagi. Trend hidup instant disemua lini merangsang para ilmuwan dari berbagai belahan dunia, untuk menciptakan teknologi yang serba praktis, baik dalam proses maupun dalam kegunaan akhir dari produk, tentu dengan jaminan standar mutu dan kesehatan yang prima. Air sehat menurut badan kesehatan dunia (WHO) adalah air yang terbebas dari segala jangkitan kuman baik yang terlihat maupun yang tidak terilihat dengan kasat mata. Dari definisi tersebut dapat disederhanakan bahwa air sehat adalah air yang tidak menyebabkan seseorang apabila mengkonsumsinya menjadi sakit. Itu bisa dimaknai sebagai pengertian air sehat dari aspek Mikrobiologi, ujar Ir. Angga Yuhistira Aryanto, Deputi Manajer Mutu (Deputi MM) Laboratorium Teknologi clan Manajemen Lingkungan Departemen Teknik Industri. Selain dari aspek itu, air sehat juga harus dilihat dari aspek fisik maupun kimia. Secara aspek fisik, menurutnya air sehat dapat diuji dengan uji organoleptik atau dapat dilakukan dengan cara sederhana yaitu dengan menggunakan panca indera kita. Uji organoleptik dapat ditunjukkan dengan tanda air yang tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna atau jernih secara penampakannya, jelas Ir. Angga. Sedangkan dari aspek kimianya, air sehat dapat dilihat kandungan unsure kimia organik dan kimia anorganik Paling mudahnya adalah dengan melihat kadar pH dan kadar padatan terlarut. Hal itu menurutnya telah dipermudah oleh pemerintah dengan membuat standar untuk air yang layak minum yaitu adanya peraturan PerMenKes Nomor 907 tahun 2002 clan SNI 01-3553-2006. Ada beberapa cara pengolahan air minum antara lain sebagai berikut:

1.    Pengolahan Secara Alamiah Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan dari air yang diperoleh dari berbagai macam sumber, seperti air danau, air sungai, air sumur dan sebagainya. Di dalam penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam di  tempatnya. Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zat yang terdapat didalam air dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap.

2.    Pengolahan Air dengan Menyaring Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan dengan kerikil, ijuk dan pasir. Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM (Perusahaan Air Minum) yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.

3.    Pengolahan Air dengan Menambahkan Zat Kimia Zat kimia yang digunakan dapat berupa 2 macam yakni zat kimia yang berfungsi untuk koagulasi dan akhirnya mempercepat pengendapan (misalnya tawas). Zat kimia yang kedua adalah berfungsi untuk menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada didalam air, misalnya klor (Cl).

4.    Pengolahan Air dengan Mengalirkan Udara Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tak diperlukan, misalnya CO2 dan juga menaikkan derajat keasaman air.

5.    Pengolahan Air dengan Memanaskan Sampai Mendidih        Tujuannya untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat pada air. Pengolahan semacam ini lebih tepat hanya untuk konsumsi kecil misalnya untuk kebutuhan rumah tangga. Dilihat dari konsumennya, pengolahan air pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi 2 yakni: ·         Pengolahan Air Minum untuk Umum ·         Penampungan Air Hujan. Air hujan dapat ditampung didalam suatu dam (danau buatan) yang dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat setempat. Semua air hujan dialirkan ke danau tersebut melalui alur-alur air. Kemudian disekitar danau tersebut dibuat sumur pompa atau sumur gali untuk umum. Air hujan juga dapat ditampung dengan bak-bak ferosemen dan disekitarnya dibangun atap-atap untuk mengumpulkan air hujan. Di sekitar bak tersebut dibuat saluran-saluran keluar untuk pengambilan air untuk umum. Air hujan baik yang berasal dari sumur (danau) dan bak penampungan tersebut secara bakteriologik belum terjamin untuk itu maka kewajiban keluarga-keluarga untuk memasaknya sendiri misalnya dengan merebus air tersebut.

6.    Pengolahan Air Sungai Air sungai dialirkan ke dalam suatu bak penampung I melalui saringan kasar yang dapat memisahkan benda-benda padat dalam partikel besar. Bak penampung I tadi diberi saringan yang terdiri dari ijuk, pasir, kerikil dan sebagainya. Kemudian air dialirkan ke bak penampung II. Disini dibubuhkan tawas dan chlor. Dari sini baru dialirkan ke penduduk atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Agar bebas dari bakteri bila air akan diminum masih memerlukan direbus terlebih dahulu.

7.    Pengolahan Mata Air Mata air yang secara alamiah timbul di desa-desa perlu dikelola dengan melindungi sumber mata air tersebut agar tidak tercemar oleh kotoran. Dari sini air tersebut dapat dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa bambu atau penduduk dapat langsung mengambilnya sendiri ke sumber yang sudah terlindungi tersebut.

8.    Pengolahan Air Untuk Rumah Tangga        Air sumur pompa terutama air sumur pompa dalam sudah cukup memenuhi persyaratan kesehatan. Tetapi sumur pompa ini di daerah pedesaan masih mahal, disamping itu teknologi masih dianggap tinggi untuk masyarakat pedesaan. Yang lebih umum di daerah pedesaan adalah sumur gali. Agar air sumur pompa gali ini tidak tercemar oleh kotoran di sekitarnya, perlu adanya syarat-syarat sebagai berikut: ·         Harus ada bibir sumur agar bila musim huujan tiba, air tanah tidak akan masuk ke dalamnya. ·         Pada bagian atas kurang lebih 3 m dari ppermukaan tanah harus ditembok, agar air dari atas tidak dapat mengotori air sumur. ·         Perlu diberi lapisan kerikil di bagian bbawah sumur tersebut untuk mengurangi kekeruhan. ·         Sebagai pengganti kerikil, ke dalam sumur ini dapat dimasukkan suatu zat yang dapat membentuk endapan, misalnya aluminium sulfat (tawas). ·         Membersihkan air sumur yang keruh ini dapat dilakukan dengan menyaringnya dengan saringan yang dapat dibuat sendiri dari kaleng bekas.

9.    Air Hujan        Kebutuhan rumah tangga akan air dapat pula dilakukan melalui penampungan air hujan. Tiap-tiap keluarga dapat melakukan penampungan air hujan dari atapnya masing¬masing melalui aliran talang. Pada musim hujan hal ini tidak menjadi masalah tetapi pada musim kemarau mungkin menjadi masalah. Untuk mengatasi keluarga memerlukan tempat penampungan air hujan yang lebih besar agar mempunyai tandon untuk musim kemarau.

Salam

Royal Water For Life